Di sekolah saya, Tarsisius II, punya program sekolah namanya Live In,,
di peruntukkan untuk anak-anak kelas X (sepuluh) yang telah naik kelas. kami akan pergi ke suatu pedesaan yang cukup terpencil,, dan kita di latih untuk belajar mandiri dan bekerja sama orang-orang di sana,, dengan tinggal berdua-berdua sama temen kita sewaktu di kelas X, kita tinggal di rumah orang-orang di desa itu,,
banyak dari temen-temen saya yang antusias, tapi ada juga yang mengeluh,, saya dipihak kedua-duanya. kenapa? karena saya senang sekali bisa jalan-jalan dengan temen-temen sekelas saya dan bisa punya pengalaman baru sama temen-temen,,, tapi di lain pihak saya gak suka juga, karena pemurid bayar Rp.850.00,- cukup mahal bagi orang daerah dan sekolah di Jakarta, nge-kost pula seperti saya ini.
untuk bisa ikut,saya harus cari dan nabung uang sendiri,, cukup sulit, karena saya termasuk orang yang suka memboroskan uang <jujur :p> dan kurang teliti dalam mengelola uang,, itulah beban saya untuk ikut Live In.. saya berusaha supaya bisa ikut dan melunasi semuanya itu,,,
dan tepatnya tanggal 07 agustus 2008,, saya bisa menghembuskan nafas lega..fiuuuhh
“akhirnya lunas juga !!” itulah kata saya setelah memberikan uang Rp.850.000,- ke Pak Agus <wali kelas saya yang baru di XI ipa> ..lega,dan bebas beban..hahahah..
sekarang saya sedang menyiapkan diri untuk memulai mencari tau,gimana yah rasanta Live In,,karena pasti asyik dan enak banget,,hahaha..
saya akan menulis lagi kisah-kisah setelah live in..just be patient ^^
GBU all
by… -Jeph_